<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9170364100759513469</id><updated>2011-08-01T19:35:57.311-07:00</updated><title type='text'>All about Geography</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://geografisubject.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rosari Prima Dewanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12592604299588834624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9170364100759513469.post-4063441413826514162</id><published>2009-08-07T04:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T04:39:18.709-07:00</updated><title type='text'>Add Information about Geography</title><content type='html'>Dari teori ini pun kami berpendapat bahwa sebenarnya ada sejumlah mahluk hidup yang sejenis yang tinggal pada satu tempat yang sama pada jaman es. Saat es mencair dan daratan terpencar dan didukung peristiwa – peristiwa alam lainnya, kami berpendapat bahwa flora atau fauna yang bersatu tadi menjadi terpisah di daerah yang berbeda, contonya kemiripan pada gajah Sumatera dan Gajah di Thailand, karena meletusnya Gunung Krakatau, gajah itu pun terpencar.&lt;br /&gt;Ini juga dibuktikan dengan wilayah Indonesia yang menjadi tiga bagian berdasarkan jenis hewannya, barat, peralihan, dan timur. Dimana, pada setiap bagian memiliki hewan-hewan dengan ciri-ciri yang khusus terutama pada bagian fisiknya.&lt;br /&gt;Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah ebagai berikut :&lt;br /&gt;Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan.&lt;br /&gt;Fauna tipe Australis, menempati bagian timur Indonesia, meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kangguru, burung kasuari, cendrawasih, kakaktua.&lt;br /&gt;Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kera, kuskus, babi rusa, anoa dan burung maleo.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;2) Perbedaan Suhu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WUzphY5YYLU/SnggmWiSgfI/AAAAAAAAAA4/k_tyyp4xeWU/s1600-h/hal_18.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;a. Iklim (klimatik) Iklim berpengaruh besar terhadap kehidupan. Unsur-unsur iklim sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Suhu&lt;br /&gt;Kodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya, serta batas suhu maksimum dan minimum untuk tumbuh yang dinamakan tolerensi spesies terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan faktor pengontrol bagi persebarannya sesuai dengan letak lintang, ketinggian dan sebagainya. Penamaan habitat tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah berdasarkan lintang buminya, seperti vegetasi hutan tropik, vegetasi lintang sedang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Kelembaban udara&lt;br /&gt;Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan. Ada tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah kering, daerah lembab bahkan ada yang dapat hidup di daerah yang sangat basah.Berdasarkan tingkat kelembaban lingkungan habitatnya, dunia tumbuhan dapat dikelompokkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Xerophyta (Xerofit), yaitu tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan kering atau kondisi kelembaban udara yang sangat rendah, misalnya kaktus.&lt;br /&gt;b. Mesophyta (Mesofit), yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembab tetapi tidak basah, seperti anggrek dan cendawan.&lt;br /&gt;c. Hygrophyta (Higrofit), yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah basah, seperti teratai, eceng gondok, dan selada air&lt;br /&gt;d. Tropophyta (Tropofit), yaitu jenis tumbuh-tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan musim hujan dan musim kemarau. Tropophyta merupakan tumbuhan khas iklim muson tropik. Kaktus Anggrek Lotus Cendawan/jamur&lt;br /&gt;3. Angin Angin sangat membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan, sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Bahkan ada tumbuhan tertentu yang penyebaran benihnya dilakukan oleh angin. Contohnya, ilalang atau sejenis rumput-rumputan.&lt;br /&gt;4. Curah hujan Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuh-tumbuhan sangat tergantung pada curah hujan dan kelembaban udara. Banyak sedikitnya jumlah curah hujan di suatu tempat akan membentuk karakter yang khas bagi formasi-formasi vegetasi di muka bumi. Kekhasan jenis-jenis vegetasi, dapat mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu, karena tunbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan makanan bagi hewan. Misalnya, di daerah padanh rumput akan terdapat hewan khas seperti kijang, biri-biri, dan sapi, sedangkan hewan pemangsanya adalah singa dan harimau.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3) &lt;!--[endif]--&gt;Edafik&lt;br /&gt;Tanah banyak mengandung unsur-unsur kimia yang diperlukan bagi pertumbuhan flora di dunia. Kadar kimiawi berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Keadaan struktur tanah berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam tanah sehingga memungkinkan akar tanaman dapat bernafas dengan baik. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Komposisi tanah umumnya terdiri dari bahan mineral anorganik (70%-90%), bahan organik (1%-15%), udara dan air (0-9%). Hal-hal di atas menunjukkan betapa pentingnya faktor tanah bagi pertumbuhan tanaman. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur. Perhatikan hutan di daerah yang subur di pegunungan dengan hutan di daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur atau tanah liat. Apakah ada perbedaan keanekaragaman tanamannya?&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WUzphY5YYLU/SnggDi48v2I/AAAAAAAAAAw/S8X62XEb_9I/s1600-h/hal_16.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gambar 1.4. Tanaman di daerah rawa ini tidak subur karena mineral sukar menyerap melalui lumpur.&lt;br /&gt;Lahan, hampir semua fauna daratan menggunakan lahan sebagai media untuk berpindah tempat.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4) &lt;!--[endif]--&gt;Aktifitas Manusia&lt;br /&gt;Aktifitas manusia yang merusak alam membuat banyak flora dan fauna kehilangan habitatnya. Mereka mencari tempat yang aman untuk melanjutkan hidupnya. Dengan demikian, hal ini pun mempengaruhi persebaran flora fauna di sejumlah tempat.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5) &lt;!--[endif]--&gt;Seleksi Alam&lt;br /&gt;Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.&lt;br /&gt;Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industri jumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya.&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Kami menarik kesimpulan bahwa persebaran flora dan fauna disebabkan oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut baik dari alam maupun tindakan yang disengaja oleh manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170364100759513469-4063441413826514162?l=geografisubject.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geografisubject.blogspot.com/feeds/4063441413826514162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/2009/08/add-information-about-geography.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default/4063441413826514162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default/4063441413826514162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/2009/08/add-information-about-geography.html' title='Add Information about Geography'/><author><name>Rosari Prima Dewanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12592604299588834624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9170364100759513469.post-2135578732543395917</id><published>2009-07-31T06:21:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T06:21:56.457-07:00</updated><title type='text'>Seleksi Alam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Seleksi alam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Seleksi alam yang dimaksud dalam teori &lt;/span&gt;&lt;a title="Evolusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;evolusi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; adalah teori bahwa &lt;/span&gt;&lt;a title="Makhluk hidup" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_hidup"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;makhluk hidup&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.&lt;br /&gt;Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada &lt;/span&gt;&lt;a title="Ngengat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ngengat"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ngengat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="Biston betularia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biston_betularia"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;biston betularia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya &lt;/span&gt;&lt;a title="Revolusi industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_industri"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;revolusi industri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; jumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya &lt;/span&gt;&lt;a title="Revolusi industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_industri"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;revolusi industri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170364100759513469-2135578732543395917?l=geografisubject.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geografisubject.blogspot.com/feeds/2135578732543395917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/2009/07/seleksi-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default/2135578732543395917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default/2135578732543395917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/2009/07/seleksi-alam.html' title='Seleksi Alam'/><author><name>Rosari Prima Dewanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12592604299588834624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9170364100759513469.post-2924466437338343828</id><published>2009-07-26T08:09:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T08:09:33.837-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP&lt;br /&gt;1.    Faktor Abiotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Abiotik adalah Faktor yang sangat mempengaruhi persebaran makhluk hidup di bumi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Iklim (klimatik)Iklim berpengaruh besar terhadap kehidupan. Unsur-unsur iklim sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. SuhuKodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya, serta batas suhu maksimum dan minimum untuk tumbuh yang dinamakan tolerensi spesies terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan faktor pengontrol bagi persebarannya sesuai dengan letak lintang, ketinggian dan sebagainya. Penamaan habitat tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah berdasarkan lintang buminya, seperti vegetasi hutan tropik, vegetasi lintang sedang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Kelembaban udaraKelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan. Ada tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah kering, daerah lembab bahkan ada yang dapat hidup di daerah yang sangat basah.Berdasarkan tingkat kelembaban lingkungan habitatnya, dunia tumbuhan dapat dikelompokkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Xerophyta (Xerofit), yaitu tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan kering atau kondisi kelembaban udara yang sangat rendah, misalnya kaktus.&lt;br /&gt;b. Mesophyta (Mesofit), yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembab tetapi tidak basah, seperti anggrek dan cendawan.&lt;br /&gt;c. Hygrophyta (Higrofit), yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah basah, seperti teratai, eceng gondok, dan selada air&lt;br /&gt;d. Tropophyta (Tropofit), yaitu jenis tumbuh-tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan musim hujan dan musim kemarau. Tropophyta merupakan tumbuhan khas iklim muson tropik. Kaktus Anggrek Lotus Cendawan/jamur&lt;br /&gt;3. Angin Angin sangat membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan, sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Bahkan ada tumbuhan tertentu yang penyebaran benihnya dilakukan oleh angin. Contohnya, ilalang atau sejenis rumput-rumputan.&lt;br /&gt;4. Curah hujan Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuh-tumbuhan sangat tergantung pada curah hujan dan kelembaban udara. Banyak sedikitnya jumlah curah hujan di suatu tempat akan membentuk karakter yang khas bagi formasi-formasi vegetasi di muka bumi. Kekhasan jenis-jenis vegetasi, dapat mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu, karena tunbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan makanan bagi hewan. Misalnya, di daerah padanh rumput akan terdapat hewan khas seperti kijang, biri-biri, dan sapi, sedangkan hewan pemangsanya adalah singa dan harimau.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persebaran Makhluk Hidup&lt;br /&gt;&lt;a name="459"&gt;&lt;/a&gt;Faktor-faktor yang menentukan adanya variabilitas geografik makhluk hidup yang menyebar di atas permukaan bumi ini adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;a name="460"&gt;&lt;/a&gt;1.      Faktor lingkungan, terdiri dari lingkungan abiotik yaitu tanah, air, temperatur dan iklim di tempat itu. Lingkungan biotik adalah lingkungan antara makhluk-makhluk hidup itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;a name="461"&gt;&lt;/a&gt;2.      Faktor sejarah, yang menurut sejarah geografi bumi ini dahulu kala hanya terdiri dari satu benua dan satu samudra. Kemudian retak dan bergeser secara sangat perlahan dan membentuk benua-benua, samudra dan lautan.&lt;br /&gt;&lt;a name="462"&gt;&lt;/a&gt;3.      Faktor hambatan penyebaran. Hambatan itu terdiri antara lain daratan untuk makhluk penghuni lautan yaitu daratan atau benua dan daratan yang menyempit seperti Amerika Tengah (Costa Rica). Bagi makhluk daratan, hambatannya adalah lautan dan selat.&lt;br /&gt;&lt;a name="463"&gt;&lt;/a&gt;Ketiga faktor tersebut dapat kita sebut sebagai faktor geografik&lt;br /&gt;Zaman es&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;a title="Penyebaran es di belahan bumi utara pada masa Pleistosen." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pleistocene_north_ice_map.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pleistocene_north_ice_map.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran es di belahan bumi utara pada masa &lt;a title="Pleistosen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pleistosen"&gt;Pleistosen&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Zaman es adalah suatu waktu di mana suhu iklim &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt; turun menyebabkan peningkatan jumlah pembentukan &lt;a title="Es" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Es"&gt;es&lt;/a&gt; di kutub dan &lt;a title="Gletser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gletser"&gt;gletser&lt;/a&gt; gunung.&lt;br /&gt;&lt;a name="Definisi"&gt;&lt;/a&gt;Definisi&lt;br /&gt;Zaman es adalah waktu suhu menurun dalam jangka masa yang lama dalam iklim &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt;, menyebabkan peningkatan dalam keluasan es di kawasan kutub dan gletser gunung. Secara geologis, zaman es sering digunakan untuk merujuk kepada waktu lapisan es di belahan bumi utara dan selatan; dengan denifisi ini kita masih dalam zaman es. Secara awam, dan untuk waktu 4 juta tahun kebelakangan, definisi zaman es digunakan untuk merujuk kepada waktu yang lebih dingin dengan tutupan es yang luas di seluruh benua &lt;a title="Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Utara"&gt;Amerika Utara&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Penyebab terjadinya zaman es salah satunya adalah akibat terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering menimpa planet bumi. Letusan &lt;a title="Gunung Krakatau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Krakatau"&gt;gunung Krakatau&lt;/a&gt; adalah salah satu contohnya dalam skala kecil sedangkan salah satu teori kepunahan &lt;a title="Dinosaurus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinosaurus"&gt;dinosaurus&lt;/a&gt; (&lt;a title="Tumbukan Chicxulub (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tumbukan_Chicxulub&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;tumbukan Chicxulub&lt;/a&gt;) adalah salah satu contoh skala besar.&lt;br /&gt;&lt;a name="Zaman_Es_Terakhir"&gt;&lt;/a&gt;Zaman Es Terakhir&lt;br /&gt;Dari segi pandang sudut di atas, zaman es terakhir dimulai sekitar 20.000 tahun yang lalu dan berakhir kira-kira 10.000 &lt;a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun"&gt;tahun&lt;/a&gt; lalu atau pada awal kala Holocene (akhir Pleistocene). Proses pelelehan es di zaman ini berlangsung relatif lama dan beberapa ahli membuktikan proses ini berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;a name="Zaman_Es_di_Nusantara"&gt;&lt;/a&gt;Zaman Es di Nusantara&lt;br /&gt;Ketika zaman es, pemukaan air &lt;a title="Laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut"&gt;laut&lt;/a&gt; jauh lebih rendah daripada sekarang, karena banyak air yang membeku di daerah &lt;a title="Kutub" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kutub"&gt;kutub&lt;/a&gt;. Kala itu &lt;a title="Laut China Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_China_Selatan"&gt;Laut China Selatan&lt;/a&gt; kering, sehingga kepulauan &lt;a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt; barat tergabung dengan daratan &lt;a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara"&gt;Asia Tenggara&lt;/a&gt;. Sementara itu pulau &lt;a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua"&gt;Papua&lt;/a&gt; juga tergabung dengan benua &lt;a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia"&gt;Australia&lt;/a&gt;. Setelah peristiwa pelelehan es tersebut, gelombang migrasi manusia ke Nusantara mulai terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9170364100759513469-2924466437338343828?l=geografisubject.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geografisubject.blogspot.com/feeds/2924466437338343828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/2009/07/faktor-yang-mempengaruhi-persebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default/2924466437338343828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9170364100759513469/posts/default/2924466437338343828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geografisubject.blogspot.com/2009/07/faktor-yang-mempengaruhi-persebaran.html' title=''/><author><name>Rosari Prima Dewanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12592604299588834624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
